Monthly Archives: Apr 2017

Coretan

Uji Nyali di Rumah Prie GS

Foto bareng setelah acara

Saat Prie GS mengabarkan hendak membuka kelas public speaking¸rasa-rasanya saya harus ikut. Meski sebenarnya juga tidak begitu mengenal siapa itu Prie GS. Saya bahkan tidak tahu apa kepanjangan GS dibelakang nama Prie. Tulisan-tulisannya di Suara Merdeka jarang saya baca, buku-buku hasil karangannya juga tak satupun yang saya miliki. Rekreasi visual di Facebook lalu mempertemukanku dengan tautan tulisan Prie GS yang  ternyata enak dibaca, dan perlu.

Ini menjadi uji nyali bagi saya. Pertama saya belum lama mengenal tulisan-tulisan Prie GS. Kedua, dalam kelas ini Prie GS mewanti-wanti hanya untuk profesional. Sementara siapalah saya ini? Hanya sedotan es teh yang digantung di paku dinding. Apalagi begitu Prie GS memperkenalkan peserta kelas ini di Facebook-nya.  Ada yang dosen S3, komisioner sebuah lembaga negara, branch manager bank swasta, pencipta lagu, pengembang perumahan, pengusaha wedding organizer, serta orang-orang hebat lainnya yang sudah mapan. Saya? Meski belum semapan mereka, saya hanya menang soal ketampanan. Tapi niat ingsun mencari pengalaman, menambah kawan serta pengetahuan memberanikan diri ini untuk berangkat ke kediaman Prie GS di Semarang.

Lalu apa yang didapat dari acara ini? Sebenarnya, Prie GS tidak sedang mengajarkan public speaking. Tetapi mengajarkan bagaimana agar suara kita didengar. Dalam situasi dan untuk kepentingan apapun. Melalui tirakat komunikasi,  Prie GS mengajak peserta kelas public speaking untuk menggali potensi terbaik yang ada dalam pribadi masing-masing, untuk kemudian kita istiqomahi menjadi kekuatan otentik yang terwujud dalam bentuk komunikasi. Bicara apapun kepada siapapun menjadi hidup. Storytelling menjadi kekuatan dalam berkomunikasi, yang bahkan bisa digunakan untuk mengancam dengan lucu lawan bicara kita. Yang disasar tidak sadar sedang diancam, sementara tujuan kita tercapai. Semua bahagia. Bahkan dengan tumbuhan sekalipun, Prie GS mengajak kita untuk berkomunikasi dengannya. Bagaimana agar suara kita didengar tumbuhan? Selipan-selipan doa kebaikan dalam tiap kata menjadi kunci dari bentuk komunikasinya dengan alam. Dengan pohon sawo di depan rumahnya, Prie GS pernah curhat  jika tanah kosong di sebelah rumahnya tidak dibeli, maka pohon sawo tersebut akan ditebang. Kekuatan komunikasi ini yang akhirnya menggedor pintu langit sehingga akhirnya doa Prie GS terwujud. Tanah kosong sebelah rumah bisa dibeli, pohon sawo pun tetap bisa berdiri. Ada semacam simpul-simpul kekuatan yang lahir dari keistiqomahan kita dalam menjaga komunikasi

Lebih dari itu, saya menjadi paham kenapa banyak peserta yang rela datang jauh-jauh dari luar Jawa ikut kelas ini. Saya merasa bahwa susunan kata yang keluar dari Prie GS juga menjadi semacam nutrisi batin yang membanjiri celah-celah jiwa yang sebelumnya kering oleh rutinitas duniawi. Prie GS mengajak kita untuk kembali menelisik sekitar, peka dengan sekeliling sehingga akhirnya bisa menemukan keotentikan rasa dalam berkomunikasi. Yang pada gilirannya akan membawa kita pada kedudukan makrifat komunikator. Uji nyali kali ini memang penuh kejutan. Termasuk fakta otentik bahwa setiap acara selalu melahirkan grup WA baru.

Salam.

Inyonge

Read More