Coretan

Rumusan ABCD, Cara Enak Naik Bis

0

Pada dasarnya, Tuhan menciptakan manusia ke dalam dua jenis. Jenis pertama yaitu segolongan orang yang ngga suka naik bis. Yang mengganggap naik bis adalah salah satu bentuk siksa dunia. Dan golongan manusia yang kedua yaitu mereka-mereka yang sangat suka naik bis. Bagaimanapun bentuk dan kondisi bis yang dinaiki, golongan ini enjoy saja. Manusia yang tergolong dalam jenis ini sangat mensyukuri nikmat yang terkandung dalam sebuah bis. Merasakan nikmatnya berbagi tempat duduk, lezatnya keihklasan memberi tempat duduk untuk ibu hamil atau lansia, hati mereka tergetar mendengar derungan knalpot dari mesin Mercy.

Kegilaan naik bis kadang sudah tidak bisa dinalar dengan akal sehat. Tiket pesawat jatah kantor rela ditukar dengan tiket bis. Bela-belain melek sepanjang jalur pantura agar bisa melihat deretan bis-bis malam bergoyang membelah rembulan. Mungkin itulah kenikmatan hidup. Menikmati hidup dari atas roda. Meski rumusan hidup enak tentu berbeda-beda buat tiap orang. Seperti rumusan produk kopi yang namanya sama kaya batu baterai itu, saya juga punya rumusan sendiri dalam hal ihwal naik bis. Karena kebetulan saya terlahir dalam golongan orang-orang yang suka naik bis. Ini rumusan saya agar naik bis semakin mantap;

Rumusan A; Antara Ratih Purwasih dan Dian Pisesha

Inilah tingkatan tertinggi yang membuat naik bis makin mantap dan asyik. Mendengarkan lagu-lagu ’80-an seperti Ratih Purwasih, Merriem Bellina, Dian Pisesha, atau Nia Daniati cocoknya memang didengerin di atas roda bis. Rasa-rasanya ini perpaduan yang klop. Layaknya spion kanan dan spion kiri. Satu sama lain saling melengkapi. Tipikal lagu ’80-an yang mendayu-dayu seakan-akan melunakkan kesan tegas yang diperlihatkan body bis yang besar dan kaku. Lewat lagu-lagu itu, bis menunjukkan sisi ke-manusia-annya sebagai alat transportasi.

Rumusan B; Bebas hambatan

Jalanan lengang yang membuat bis melaju konstan. Sebagai sebuah kendaraan dengan ukuran yang besar, bis sangat tidak nyaman kalo sedikit sedikit berhenti. Perut bisa mual dan perjalanan jadi nggak nyaman. Makanya kalo naik bis bisa berjalan dengan kecepatan yang teratur kisaran 70km/jam bagi saya itu sudah bentuk kenikmatan yang tak ternilai. Ada semacam perasaan senang yang timbul ketika merasakan suspensi roda menyusuri jalanan aspal.

Rumusan C; Cuacanya hujan gerimis

Entah kenapa, sewaktu kecil saya sangat suka ngeliatin wiper. Melihat wiper yang bergerak membersihkan kaca dari air hujan rasanya menyenangkan. Ada semacam ketenangan batin yang dibentuk oleh rintikan hujan yang jatuh. Agak susah sebenarnya menuliskan kesan nyamannya naik bis sewaktu hujan. Hanya bisa dirasakan secara langsung.

Rumusan D; Duduk sebelahan ama cewek

Inilah rumusan pamungkas yang membuat naik bis makin mantap. Saya rasa ga perlu penjelasan untuk ini.

Salam dari Inyonge

Leave Your Comment

Your Name*
Your Webpage

Your Comment*