Tentang

Lelaki ngapak yang lahir di Banjarnegara. Sebuah kota kecil di Eks-Karasidenan Banyumas.  Panggil saja Fuad, meski di akun Facebooknya ia menambahkan ‘Nyong’ dibelakangnya. Jadilah Fuad Nyong. Sekedar identitas kebanggaan bahwa lidahnya lidah ngapak. Yang tidak suka pepesan kosong. Mempunya hobi yang bagi sebagian orang dianggap sesat; mencintai bus. Baginya, deretan bus jauh lebih menarik dibanding Raisya, Maya Septha, ataupun Dian Sastro sekalipun. Momen kesukaannya saat naik bus, hujan, dan diiringi senandung lagu lawas macam Dian Piesesha, Betharia Sonata, Meriam Bellina, Nia Daniati, atau Ratih Purwasih. Kalau sudah begini, maka nikmat Tuhan yang mana yang kau dustakan? Pernah juga menjadi jurutulis di beberapa ahensi iklan di Jogjakarta. Sekarang tersesat di jalan yang lurus; menjadi abdi negara alias PNS di Jakarta. Kalau negara sudah memanggil, siapa bisa menolak?