Coretan

Terminal

0

Seorang sopir menyesal dengan teramat dalam,

saat ia tersadar dirinya sudah sampai di Terminal.

Batinnya menyesal,

seaindanya bisa membalik kemudi

ingin rasanya kembali ke jalanan.

Mencari penumpang

sesabar dan sebanyak mungkin.

Bekal yang dibawa tidak mencukupi,

mungkin tekor untuk setoran hari itu.

Tapi apa daya, waktu tak mungkin kembali

berganti penyesalan yang datang belakangan.

Terminal, muara perjalanan ini.

Tempat kita berkumpul

setelah seharian mencari penumpang.

Bukan seberapa bagus bus-nya,

tapi seberapa banyak penumpang yang mampu kau bawa.

Itu doktrin Sang Juragan,

bagi setiap sopir yang berpikir.

Semoga kita sampai di terminal

dengan sebaik-baiknya bekal,

semulia-mulianya perjalanan.

Terminal kehidupan itu.

Salam dari Inyonge

Leave Your Comment

Your Name*
Your Webpage

Your Comment*